Catatansanitarian.com--Dalam
dunia kesehatan, ada banyak profesi yang telah dikenal luas oleh masyarakat.
Ketika seseorang sakit, dokter menjadi sosok yang pertama kali dicari untuk
mendapatkan pertolongan. Ketika membutuhkan perawatan, berbagai tenaga
kesehatan hadir memberikan pelayanan terbaik.
Namun, kesehatan
manusia tidak hanya berbicara tentang bagaimana mengobati penyakit yang sudah
muncul. Jauh sebelum seseorang merasakan keluhan dan membutuhkan pengobatan,
ada upaya panjang yang bekerja dalam diam untuk mencegah penyakit datang. Di
sinilah peran sanitarian menjadi sangat penting.
Ada seseorang yang
memastikan air tetap aman digunakan, lingkungan tidak menjadi sumber penyakit,
makanan yang dikonsumsi memenuhi persyaratan kesehatan, serta tempat tinggal
tetap nyaman untuk dihuni. Sosok tersebut adalah sanitarian.
Bekerja Sebelum
Penyakit Datang
Peran sanitarian
menjadi semakin jelas ketika kita memahami bahwa kesehatan tidak selalu dimulai
dari ruang pengobatan. Ada tahap yang lebih awal, yaitu menjaga agar faktor
penyebab penyakit dapat dikendalikan sejak dari sumbernya.
Dalam kesehatan
masyarakat, pencegahan penyakit merupakan langkah yang sangat penting. Sebuah
penyakit yang berhasil dicegah berarti ada banyak risiko yang dapat dihindari.
Namun, keberhasilan
pencegahan sering kali tidak terlihat karena hasil akhirnya justru berupa
sesuatu yang tidak terjadi. Tidak ada wabah, tidak ada pencemaran, dan tidak
ada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat lingkungan yang buruk.
Untuk memahami
bagaimana proses pencegahan itu dilakukan, kita perlu melihat lebih jauh bahwa
lingkungan bukan sekadar tempat manusia tinggal, tetapi juga memiliki hubungan
erat dengan kondisi kesehatan manusia.
Lingkungan Sehat
Lebih dari Sekadar Bersih
Masih banyak
masyarakat yang memahami lingkungan sehat hanya sebatas kondisi yang bersih dan
rapi. Padahal, kesehatan lingkungan memiliki cakupan yang jauh lebih luas.
Menurut World
Health Organization (WHO), kesehatan lingkungan berkaitan dengan berbagai
faktor di sekitar manusia yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan, seperti
kualitas air, udara, sanitasi, limbah, bahan kimia, hingga perubahan iklim.
Pemahaman inilah yang
membuat seorang sanitarian tidak hanya melihat apa yang tampak di permukaan.
Mereka belajar membaca berbagai tanda kecil yang mungkin tidak disadari
masyarakat, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan.
Sebuah rumah yang
terlihat bersih belum tentu memenuhi syarat kesehatan. Bagi sanitarian, rumah
sehat tidak hanya berkaitan dengan lantai yang bersih atau halaman yang tertata
rapi.
Sanitarian Bukan
Sekadar Pemeriksa Lingkungan
Melihat luasnya aspek
yang harus diperhatikan dalam kesehatan lingkungan, maka pekerjaan sanitarian
sebenarnya tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan. Lebih dari itu, mereka
memiliki peran besar dalam membangun kesadaran masyarakat.
Sebagian masyarakat
masih mengenal sanitarian hanya sebagai petugas yang melakukan pemeriksaan
sanitasi. Padahal, seorang sanitarian juga berperan sebagai pendamping,
fasilitator, sekaligus pendidik.
Mereka membantu
masyarakat memahami bahwa kesehatan lingkungan bukan hanya tanggung jawab
pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
Karena pada akhirnya,
lingkungan sehat tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh
perilaku manusia yang hidup di dalamnya.
Profesi yang
Bekerja Dalam Diam
Besarnya tanggung
jawab sanitarian sering kali berbanding terbalik dengan tingkat keterlihatannya
di mata masyarakat. Mereka bekerja dengan hasil yang sering kali baru terasa
ketika masalah kesehatan berhasil dicegah.
Ketika dokter berhasil
menyembuhkan pasien, keberhasilannya dapat dilihat secara langsung. Namun,
ketika sanitarian berhasil mencegah munculnya penyakit akibat lingkungan,
keberhasilan itu hadir dalam bentuk yang berbeda.
Keberhasilan mereka
terlihat dari penyakit yang tidak terjadi, pencemaran yang berhasil dicegah,
serta lingkungan yang tetap aman bagi masyarakat.
Meski bekerja tanpa
banyak sorotan, peran tersebut menjadi semakin penting ketika dunia menghadapi
tantangan kesehatan yang terus berubah.
Menjaga Hubungan
Manusia dan Lingkungan
Saat ini, tantangan
kesehatan lingkungan semakin kompleks. Pertumbuhan penduduk, meningkatnya
jumlah sampah, pencemaran udara, perubahan iklim, serta perubahan gaya hidup
manusia membawa risiko baru yang perlu dihadapi bersama.
Situasi tersebut
menunjukkan bahwa menjaga kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari menjaga
kesehatan lingkungan. Keduanya memiliki hubungan yang saling memengaruhi.
Sanitarian hadir untuk
menjaga hubungan tersebut tetap seimbang.
Mereka mengingatkan
bahwa kesehatan tidak hanya dimulai ketika seseorang berada di rumah sakit.
Kesehatan juga dimulai dari rumah yang sehat, air yang aman, makanan yang
bersih, udara yang layak, serta lingkungan yang terjaga.
Pada akhirnya,
keberadaan sanitarian mungkin tidak selalu terlihat oleh masyarakat luas.
Namun, kontribusi mereka menjadi bagian penting dari upaya menjaga kehidupan
agar tetap berjalan dalam lingkungan yang sehat.
Lingkungan sehat tidak
tercipta secara kebetulan. Ada ilmu, kepedulian, dan kerja keras orang-orang
yang menjaganya.
Dan salah satu sosok
yang berdiri di balik semua itu adalah seorang sanitarian.
Oleh: Sri Purwanti

20 Komentar
Waaaah jadi tahu ada petugas ini... Sebenernya di lingkungan rumahku, ada Bu rt dan team nya yg suka ngecek tuh mba, tp kebanyakan dia cuma cek kamar mandi dan tempat2 yg ada wadah air. Apa ada jentik atau tidak. Itu termasuk sanitarian juga berarti yaa.
BalasHapusBener sih, tugas mereka ini agak susah dilihat yaa. Krn mereka mencegah penyakit sebelum terjadi. Tp setidaknya bagi masyarakat yg tinggal di situ, akan merasa bahwa lingkungan rumahnya bersih dan nyaman , hasil kerja dari sanitarian juga.
Kalau mereka ini biasanya kader Kak. Sanitarian itu kerjanya di Puskesmas/ Rumah Sakit. nama instalasinya instalasi kesehatan lingkungan. Kalau di Puskesmas biasanya melakukan pemantauan kulaitas air, baik depo Air Minum, PDAM, maupun limbah dari kegiatan UMKM. Kalau ada KLB pebnyakit tertentu misalnya DBD atau Diare mereka yang melakukan inspeksi ke lapangan, mencari sumbernya, lalu memberikan rekomendasi kepada Kepala Puskesmas untuk ditindak lanjuti. Kalau di Rumah Sakit tugasnya memastikan limbahnya memenuhi baku mutu, menangani limbah medis, memastikan kualitas air bersih untuk pasien dan nakes. Memastikan standar kebersihan ruangan, termasuk memantau tim CSSD (bagian sterilisasi)
HapusSenada nih dengan Mbak Fanny, aku pun baru tau kalau ada petugas sanitarian seperti ini. Dan ternyata, tugasnya benar-benar mulia yaaaa. Sulit, karena mengupayakan pencegahan penyakit selagi belum terjadi.
BalasHapusKalau di Bekasi sini, kayaknya belum banyak kunjungan dari Sanitarian macam begini. Tp kalau di daerah-daerah, khususnya yang sumber air bersihnya belum memadai, tentu penting sekali ya.
Sanitarian lebih banyak di rumah sakit Om, tidak langsung berhubungan dengan masyarakat. Biasanya yang di Puskesmas yang sesekali turun, itu pun insidental saja, misalnya kalau ada KLB, atau bareng dinkes melakukan pemantauan ke lapangan, jadi tidak bisa bergerak sendiri. Padahal asline ya gemes kalau melihat air yang belum memenuhi standar baku mutu tapi sudah disalurkan ke masyarakat, atau melihat timbunan sampah di sekitar pekarangan. Bisanya ya sekadar memberikan edukasi, tanpa surat sakti (surat tugas) tidak bisa bertindak lebih jauh.
HapusJadi, di mana saya bisa ketemu seorang sanitarian secara langsung? KAlau bayar jasanya berapa?
BalasHapusJAsa sanitarian besar banget, apalagi saat ada wabah demam berdarah dll.
Kalau ketemu saja untuk sharing bebas Bun, kami welcome saja. Tapi kalau untuk ambil tindakan harus ada surat tugas dari tempat kerja masing-masing, baik yang kerja di puskesmas, rumah sakit, Dinas kesehatan, maupun DLH.
HapusSelama ini kita terlalu fokus sama dokter atau rumah sakit, padahal ada pahlawan di balik layar yang kerjaannya mastikan air bersih dan lingkungan kita tetap aman dari penyakit. Kerjanya memang sunyi, jarang dapet sorotan, dan hasilnya baru kelihatan kalau semua baik baik saja alias nggak ada wabah.
BalasHapusangkat topi dan salut banget sama teman teman sanitarian yang telaten ngurusin hal sekecil itu demi kebaikan bersama.
Ga disangka ada satu peran penting lainnya terkait lingkungan yaitu sanitarian. Ini jadi masukan terbaik, bahwa urusan sanitasi ini berkaitannya bukan hanya untuk diri sendiri dan rumahnya semata, tapi juga dengan lingkungan sekitar.
BalasHapusIya, baru tahu ada profesi macam begini. Memang, pada dasarnya menjaga lingkungan hidup tetap bersih, aman, dan nyaman itu memang menjadi kewajiban orang-orang, sih, terutama yang tinggal di situ. Namun, ini tentunya butuh pembiasaan agar terus bisa lestari dan baik lingkungannya.
BalasHapuseh? Aku baru tahu ada profesi sanitarian. Apakah mereka juga termasuk para petugas yang rajin mengingatkan penduduk agar jangan ada genangan di dalam atau luar rumah karena berpotensi jadi sarang nyamuk? Kayaknya sekitaran tempat tinggal aku, gak pernah lihat sih yang bertugas sebagai sanitarian.
BalasHapusIni dia kuncinya. Bagaimana kesehatan masyarat itu ditentukaan dari sumbernya. Bagaimana masyarat mau sehat, kalau misalnya air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sudah tercemar ya. Akhirnys sakit. Belum lagi lingkungan yang tak sehat. Dan ternyata di sinilah peran besar Sanitarian. Tidak mengawasi kualitas lingkungan, tapi juga pengandalian penyakit, pemberdayaan masyarakat, sampai menegakkan aturan standar sanitasi.
BalasHapusOh ini namanya sanitarian ya kak. Aku kira pekerja volunteer biasa karena yang datang biasanya tetangga rumah.
BalasHapusSelama ini kalau ngomongin kesehatan, pikiran kita memang langsung lari ke dokter, obat, atau rumah sakit. Ternyata ada profesi yang kerjanya jauh sebelum orang jatuh sakit: sanitarian. Keren juga namanya.
Yang menarik, hasil kerja mereka justru sering nggak kelihatan. Kalau lingkungan aman dan penyakit nggak muncul, ya dianggap biasa saja. Padahal bisa jadi memang ada yang bekerja di belakang layar.
Memang profesi yang sukses itu kadang justru yang bikin kita nggak sadar mereka sudah bekerja. 😂
bekerja sebagai sanitarian, ini seperti bekerja dibalik bayang-bayang. tapi jelas kontribusinya bisa dirasakan dalam jangka panjang. memberikan pendampingan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan membantu memberikan edukasi tentang pentingnya pencegahan daripada timbulnya dampak serius belakangan adalah suatu tindakan yang patut diapresiasi dan perlu dicontoh tentunya.
BalasHapusNah bener banget. Sanitarian ini malah nggak terlalu dikenal sama masyarakat yaa. Padahal, peran mereka dalam menjaga lingkungan serta memastikan lingkungan itu beneran sehat bukan sekadar bersih lho. Vital banget sebenernya perannya karena lebih ke mencegah dan memberikan kepastian situasi dan lingkungan yang sehat. Nice share sih mbak, setidaknya kita semua diingatkan bahwa ada lho satu profesi yang punya peranan penting juga selain dari dokter dan jajarannya. Selalu salut nih sama sanitarian yang beneran bekerja dalam senyap.
BalasHapusAku baru tahu ada pekerjaan sanitarian ini, selama ini tahunya emak2 yang jadi kader2 lingkungan aja kalau di lingkungan rumah ortuku dulu. Apa mereka masuk bagian ini?
BalasHapusKalau di rumah yang sekarang sih nggak ada. Jujur aku nggak suka kalau rumahku dimasukin orang asing lalu ngecek2 apaan dah tu =))
Kalau di lingkungan luar rumah aja sih gpp.
Kyknya juga profesi ini masih belum terlalu diketahui oleh banyak orang yaa.
Saya baru tahu ada profesi Sanitarian ini. Ternyata dibalik lingkungan sehat, ada sosok yang bekerja di balik layar dan tidak banyak di kenal masyarakat. Salut sih sama mereka.
BalasHapusWah baru tahu aku mbak profesi sanitarian ini. Ini kalau kuliah mungkin jurusannya kesehatan masyarakat itu kali ya? Pastinya memang diperlukan banget kader-kader yang menjaga lingkungan di sekitar kita
BalasHapusHalooo Ummaa... daku pribadi baru tahu ternyata di balik lingkungan yang sehat ada peran sanitarian yang cukup besar ya. Selama ini mungkin kita lebih sering melihat hasilnya, tapi gak kepikiran siapa yang bekerja di baliknya. Keren banget ternyata Masya Allah
BalasHapusKarena efek keberhasilan dari pekerjaan sanitarian ini berupa pencegahan penyakit, jadi seolah nggak ada apapun. Berasa sanitarian tuh nggak ada kerjaannya. Padahal, sanitarian cukup vital ya. Kebayang kalau sudah terlanjur ada penyakit. Biaya pengobatan bisa lebih dari biaya pencegahan kan ya.
BalasHapusSanitarian itu mereka bekerja dimana ya kak? Apakah sebagai PNS di Depkes atau di lembaga² kesehatan mulai dari Rumah sakit hingga Puskesmas? Bagus pekerjaan Sanitarian itu yaaa jadi bisa memberi edukasi kepada masyarakat juga dan membuat lingkungan jadi lebih sehat.
BalasHapus